top of page

Penghematan dengan Transformasi Logistik Murah : Truk Listrik

Penghematan Armada EV Kalkulator

Di era modern saat ini, perkembangan teknologi yang semakin canggih menyebabkan kebutuhan energi yang terus meningkat.


Penggunaan energi yang semakin banyak membutuhkan teknologi yang lebih cepat memproses energi bahkan dengan penggunaan sumber daya alam dalam skala besar.


Pada akhirnya terjadi kerusakan lingkungan, bahkan ditambah pencemaran lingkungan dalam skala besar karena hasil proses dari teknologi dengan tingkat menengah tidak jarang menimbulkan polusi


Namun, teknologi pula yang dapat mengatasi masalah emisi karbon ini.


Bagaimana demikian?


Perubahan dan perkembangan teknologi bisa diarahkan ke arah yang lebih ramah lingkungan.



Tingginya Emisi dari Aktivitas Logistik


Sektor logistik merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar.


Penyebab utamanya adalah dalam penggunaan bahan bakar solar, terutama pada kendaraan niaga mesin diesel yang beroperasi dalam intensitas tinggi.


Aktivitas logistik sangat bergantung pada berbagai moda transportasi yang bekerja layaknya estafet—mulai dari pengiriman awal hingga distribusi akhir atau biasa disebut first mile, middle mile dan last mile.


Artinya, ketika masih menggunakan bahan bakar solar, hampir di setiap tahapan proses logistik terjadi pelepasan emisi.


Tingginya emisi karbon ini berkontribusi langsung terhadap pemanasan global, di mana suhu bumi yang terus meningkat menyebabkan kualitas lingkungan menurun dan memicu krisis iklim.


Pertanyaannya, jika kondisi ini terus dibiarkan, seperti apa masa depan yang akan kita hadapi?


Lalu muncul konsep ESG dan GSCM, apakah itu?



ESG dan GSCM


ESG adalah singkatan dari Environmental, Social, and Governance, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola.


Lingungan maksudnya dampak perusahaan terhadap alam, Sosial maksudnya hubungan perusahaan dengan manusia yang berkaitan dan Tata Kelola yang dimaksud adalah kebijakan maupun hubungannya dengan pemangku kebijakan.


GSCM ini adalah salah satu cabang dari turunan Lingkungan dimana singkatan dari Green Supply Chain Management, yang fokusnya menerapkan prinsip ramah lingkungan di semua sektor Supply Chain atau Rantai Pasok.


Turunan dari GSCM adalah Logistik Hijau atau Green Logistik yang salah satu agendanya adalah menggunakan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).


Penggunaan EV di sektor logistik sebagai upaya mewujudkan Net Zero Emission seperti penggunaan truk listrik atau kendaraan angkut listrik menjadi sebuah kewajiban.


Truk Listrik sebagai Kendaraan Ramah Lingkungan


Truk listrik tidak menggunakan bahan bakar fosil, melainkan menggunakan energi listrik, hal ini dapat mendukung target keberlanjutan yang mendekati nol emisi (zero emission).


Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa truk listrik dikategorikan sebagai kendaraan yang ramah lingkungan:


  • Pengurangan Emisi:Ā Menurut sebuah studi oleh International Council on Clean Transportation (ICCT), truk listrik menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) setidaknya 63% lebih rendah dibandingkan truk diesel, bahkan ketika listrik yang digunakan berasal dari jaringan listrik campuran (sebagian masih memakai bahan bakar fosil). Namun, jika truk listrik diisi dengan sepenuhnya dari sumber energi terbarukan, maka pengurangan emisi ini bisa meningkat menjadi hingga 84% lebih rendah dibandingkan truk diesel.

  • Daur Ulang:Ā Teknologi daur ulang modern bisa mengambil kembali banyak bahan penting seperti litium dan nikel dari baterai bekas. Ini membantu mengurangi dampak lingkungan dari pembuatan baterai baru.

  • Polusi Suara: Sebuah studi pengukuran yang dilakukan oleh MAN Truck & Bus bersama Fraunhofer Institute for Material Flow and Logistics menunjukkan bahwa truk listrik menghasilkan tingkat suara yang jauh lebih rendah dibandingkan truk diesel, dalam beberapa kondisi pengukuran hingga 6–12 dB lebih tenang.


Efisiensi Biaya Operasional atau Logistik Murah dengan Truk Listrik


Penggunaan Truk Listrik untuk operasional logistik hijau tidak hanya ramah lingkungan namun juga lebih hemat dan murah


Tidak Percaya ?


Biaya isi ulang listrik dengan bahan bakar fosil jauh lebih rendah, yuk kita hitung menggunakan Kalkulator EVĀ untuk lebih jelasnya.

Ā 

Pada Kalkulator EV buatan Kargo Tech terdapat 4 jenis unit yang dapat diperbandingkan, yaitu Blindvan, Truk Pickup yang dalam hal ini L300 Diesel, Truk CDE dan Truk CDD


Kalkulator EV Opsi Kendaraan
Kargo Tech EV Kalkulator

Pada Kalkulator EV Kargo Tech ini dirancang untuk membandingkan biaya operasional kendaraan diesel (ICE) dan kendaraan listrik (EV) berdasarkan jarak tempuh dan jumlah armada.


Asumsi dalam perhitungannya, pada tahun 2026 awal

  • Blindvan memiliki konsumsi bahan bakar 10 Kilometer per liter (10Km/l) Pertalite dengan harga Rp10.000/liter

  • Truk Pickup L300 Diesel memiliki 8 Kilometer per liter (8Km/l) Solar dengan harga Rp6.800/liter

  • Truk CDE dengan 8 Kilometer per liter Solar (8Km/l)

  • Truk CDD dengan 6 Kilometer per liter Solar (6Km/l)


Sebagai Contoh Truk CDE sebagai bahan perbandingan, sehari-hari menempuh 200km/hari dan operasionalnya 25 hari kerja, jadi sekitar 5.000km per bulan


Kalkulator EV Unit truk CDE
Kalkulator EV Unit CDE

Tinggal Klik tombol ā€Hitung Biaya Bahan Bakarā€


Biaya Perbandingan Truk EV dan Truk Diesel
Perbandingan biaya penggunaan Truk Listrik ukuran CDE dan Truk CDE Diesel

Muncul hasil perhitungan dan perbandingan dimana dengan Truk CDE Diesel dalam sebulan butuh biaya bahan bakar sekitar Rp4.250.000 itu belum termasuk ganti sparepart, ganti oli dan lain-lain


Bandingkan dengan Truk listrik berukuran CDE atau truk EV berukuran CDE seperti Foton eMiller dan JAC N35 yang hanya kurang dari Rp1.500.000


Artinya, biaya bahan bakar solar hampir 3 kali lebih mahal dibandingkan truk listrik.


Tidak hanya itu, penghematan penggunaan Truk Listrik juga terjadi pada hal lainnya, berikut beberapa poin penghematan dari penggunaan Truk Listrik pada aktivitas logistik:


  • Struktur mekanik truk listrik tidak memerlukan sistem oli, filter bahan bakar, knalpot, ataupun transmisi yang kompleks, sehingga akhirnya kebutuhan servis rutin dan penggantian komponen menjadi lebih rendah. Sebagai hasilnya, sebuah studi memperkirakan bahwa biaya perawatan truk listrik bisa hingga 50 persen lebih rendahĀ dibandingkan truk diesel.

  • Walaupun investasi awal untuk truk listrik bisa lebih tinggi dibanding truk diesel, pada akhirnya total biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership/TCO)Ā dalam jangka panjang sering kali lebih rendah. Hal ini karena adanya penghematan energi dan pengurangan biaya perawatan yang signifikan.


Dampak Operasional Logistik


Dari perhitungan kalkulator EV, penggunaan truk listrik dapat menurunkan beban biaya bahan bakar yang biasanya menjadi salah satu biaya operasional armada.


Bahkan biaya bahan bakar solar sering kali sulit dipetakan secara jelas dalam anggaran karena melibatkan banyak variabel seperti perubahan harga minyak global dan margin distributor yang tidak selalu terlihat secara langsung oleh perusahaan.


Tidak jarang terdapat pencurian bahan bakar dalam perjalanan yang semakin meningkatkan biaya secara tidak langsung


Di lain sisi, energi listrik menawarkan struktur biaya yang lebih transparan dan mudah diproyeksikan, karena harga listrik biasanya mengikuti tarif utilitas yang ditetapkan secara reguler.


Juga lebih dapat terdata dan terdokumentasikan lebih pasti, karena semua dapat termonitoring.


Transparansi inilah yang menjadi nilai tambah bagi perusahaan karena mempermudah perencanaan dan pengendalian biaya energi untuk kebutuhan logistik.


Dampaknya?


Ketika biaya operasional turun signifikan, anggaran yang biasanya untuk bahan bakar dan servis mesin diesel bisa ditekan dan dialihkan ke peningkatan performa armada, seperti :


  • Penggunaan Sistem monitoring kendaraan dengan GPS & pelacakan real-time (Transport Management System) dan sistem manajemen armada (Fleet Management System)

  • Dialihkan menjadi investasi untuk pertumbuhan bisnis.

  • Perusahaan dapat ekspansi armada untuk memperluas jangkauan distribusi.


Sewa Truk Listrik

Sewa Truk Listrik


Truk Listrik memang merupakah hal baru di 2026, tapi potensi meringankan biaya logistik sangat tinggi.


Hasil Kalkulator EV serta biaya perawatan yang minim dapat mereduksi biaya logistik secara signifikan.


Namun tidak semua perusahaan memiliki kemampuan pengadaan truk listrik, bahkan perusahaan logistik sekalipun kadang tidak memiliki truk sendiri, apalagi truk ramah lingkungan ataupun Electric Vehicle (EV).


Model sewa truk, seperti sewa truk listrik, jadi solusi yang realistis untuk memenuhi kebutuhan logistik yang murah.


Melalui sistem sewa truk, maka perusahaan :

  • Tidak perlu investasi besar di awal

  • Penggunaan bisa disesuaikan kebutuhan



Tidak hanya itu, ada juga pengelolaan rute dan pengiriman yang lebih efisien dengan Kargo Nexus Transport Management System, sampai sistem kelola kendaraan yang lebih terintegrasi dengan Kargo Nexus Fleet Management System.


Selain itu Kargo Tech juga dapat menampilkan laporan jumlah Carbon Footprint yang bisa digunakan untuk mendukung pembuatan laporan keberlanjutan atau laporan ESG.


Butuh Sewa Truk Lepas Kunci jenis Truk Listrik daerah Jabodetabek?

Hubungi Customer Service Kargo Tech melalui Whatsapp di +6285210744814 atau klik tombol dibawah ini



Penulis : Amadea Qureta Ayunina Editor : Bani Darmawan Update : 2 Februari 2026

Komentar


Mengomentari postingan ini tidak tersedia lagi. Hubungi pemilik situs untuk info selengkapnya.
bottom of page